Cerita Masa Sekolahnya Boys

Hai Tunist! Masih pada ingat sama masa kecil kalian nggak? Penasaran kan sama masa kecilnya The Overtunes? Hari ini boys mau cerita pengalaman sekolah mereka dari TK sampai kuliah loh! Siap-siap bacanya yaa, agak panjang dan banyak kejadian lucunya nih!

TK

Mada beberapa kali pindah sekolah. Pertama, di TK Tiara Medita, Mada dicakar sama teman sekelasnya yang mempunyai rambut seperti singa. Setelah masuk kelas sebanyak 3x dan selalu dicakar, Mada pun pindah sekolah. Awalnya pindah ke High Scope, setelah itu pindah lagi ke Penabur 9 (Halimun) dan yang terakhir adalah Tadika Puri. Di waktu pengambilan raport, Mada berkelahi sama temannya yang merupakan ketua “geng”. Mada mendorong temannya ke kolam ikan karena Mada tidak dipilih jadi Ranger Merah. Waktu TK, Mada suka banget sama Power Ranger. Kalau sedang bermain dengan Luika dan Jeremy, dia selalu jadi Ranger Merah.

Sedangkan Reuben dan Mikha masih playgroup. Waktu itu mereka masih cengeng, selalu nangis kalau ditinggal sama Mama. Sayangnya, nggak banyak yang bisa diingat oleh Reuben dan Mikha.

SD

Selesainya Mada liburan ke Amerika dan Jepang selama kira-kira sebulan, Mada masuk ke SD Tirta Marta BPK Penabur. Di hari pertamanya sekolah sebagai murid kelas 1, Mada datang terlambat. Dia duduk paling depan, kemudian dipindah karena ada temannya yang mengadu ke guru. Ada kejadian tak terlupakan waktu Mada duduk di kelas 2. Di kelasnya tercium bau nggak enak tapi nggak tau asalnya dari mana. Jadi dia gesek-gesek sepatunya ke kaki meja, ternyata dia menginjak kotoran kucing entah dimana. Di kelas 2 juga, Mada minta kelasnya dipindah karena teman dekatnya ada di kelas sebelah. Mada juga pernah juara 3 gambar kartu Paskah. Berarti, memang ada bakat dari kecil ya.

Dari SD ini, bakat boys dalam permainan bola mulai terlihat. Mereka berhasil mendapat beberapa piala seperti pemenang Mini Soccer ‘Charitas Cup’ 2005 dan runner up Futsal Competition ‘Charitas Cup’ 2006. Waktu Mada kelas 6 SD, pernah ada lawan yang walk out karena Mada berhasil cetak gol sebanyak 5 kali. Mereka nuduh Mada bukan anak SD karena badannya yang tinggi. Dari SD pula, boys dulu ngefans banget sama David Beckham sampai semua sepatu yang dirilis Beckham selalu dibeli.

Nggak cuma berprestasi di bidang olahraga, Reuben juga berprestasi di bidang akademik. Dia berhasil mendapatkan peringkat 10 di Sakamoto Math Competition se-Jabodetabek. Dia juga pernah mengikuti debat bahasa Inggris. Kadang, dia bolos pelajaran tambahan untuk latihan bola.

Mikha dari kelas 3 SD juga udah jago main bola. Ada satu cerita yang masih diingat oleh Mikha waktu SD. Pernah suatu hari, Mikha nggak bawa penggaris lalu disuruh gurunya untuk pinjem ke Reuben. Dia masuk ke kelas Reuben tapi Reuben nggak ngasih penggarisnya dengan alasan nggak bawa juga. Iseng yaa…

SMP

Di sini, Mada mulai agak bandel. Rambutnya panjang dan pernah kabur dari kelas. Waktu mengikuti Paduan Suara, dia pernah mengerjai gurunya. Disaat mau latihan, dia tidur di balik kolintang sampai dicari-cari selama setengah jam. Waktu itu Mada lebih iseng kalau gurunya masih muda, sedangkan guru yang lanjut usia lebih dihormati.

Kalau Reuben senantiasa jadi anak baik nih. Waktu dia jadi Wakil Ketua Osis, dia bikin program Kantin Kejujuran. Tapi dia suka bercanda sarkas sampai ada temannya yang nangis. Sedangkan Mikha kurang disiplin. Dia sering banget datang terlambat. Masa-masa SMP ini lah yang paling disukai sama boys. Karena Mada dan Mikha agak bandel, jadi guru-guru masih ingat sama mereka kalau boys lagi main ke sekolahnya. Sedangkan, Reuben nggak terlalu diinget sama guru.

SMA

Udah pada tau ya, kalau Mada aja yang ngerasain masa SMA? Kalau menurut Mada sih masa putih abu-abunya penuh drama, lebih asik waktu SMP. Di Mentari International School, awalnya Mada merasa awkward tapi lama-lama jadi seru karena banyak belajar budaya baru. Ada guru IPS yang suka traktir makan McD sekelas, dia ngajar kalau Kepsek lewat doang. Enak ya punya guru kayak gitu? Hahaha. Ada juga guru yang pedofil dan suka main fisik. Mada ngelaporin guru itu sampai dia akhirnya dideportasi ke negaranya.

Mada pernah mengiringi teater Grease Musical yang diperankan oleh Chelsea Islan. Selain itu, Mada juga satu sekolah dengan Maudy Ayunda. Suatu hari, Mada pernah ke club untuk menghadiri ulang tahun kakak kelasnya. Disitu, Mada ngerjain orang yang mabuk. Bahkan ada yang pakai narkoba sih katanya. Hmm, jangan ditiru yaaa Tunist! Kira-kira begitulah kisah putih abu-abu dari Mada.

Kuliah

Buat Mada, kuliah itu seru! Mada kuliah jurusan arsitektur di Binus. Semua temannya saling membantu, supportive dan professional kalau ada tugas menggambar atau mendesain. Dosennya juga berkualitas.

Reuben kuliah jurusan manajemen bisnis di Unisadhuguna International College. Saat kuliah, Reuben mengandalkan Transjakarta sebagai transportasinya. Dia pernah mengerjakan tugas orang lain, katanya mau dibayar tapi kenyataannya nggak dibayar. Reuben terlalu baik yaa.. Menurut Reuben, lebih enak kalau kuliah setiap hari. Kalau kuliahnya jarang-jarang malah jadi malas berangkat. Dan menurut dia, kalau belum siap mentalnya, lebih baik jangan melewatkan masa SMA dan langsung ke perguruan tinggi. Karena sosialisasi akan lebih sulit, kalau pendidikannya nggak masalah sih.

Mikha juga melewatkan masa putih abu-abu. Dia lebih memilih langsung kuliah dan mengajukan beasiswa di SSR. Mikha merasa kesulitan untuk beradaptasi karena terlalu muda. Karena perbedaan umur, mungkin jadi terasa minder dan bingung kalau mau ngobrol. Lalu, Mikha mengikuti audisi X-Factor. Selama di karantina, Mikha hanya ke kampusnya untuk latihan bersama kontestan X-Factor yang lain.

Yak, sampai di sini dulu ya cerita masa sekolahnya The Overtunes… Kalau ada yang kurang baik, jangan ditiru yaa! Jangan sampai ada yang ikut membully orang lain, tawuran, merokok, mabuk-mabukan dan pakai narkoba ya! Buatlah orang tua kalian bangga, Tunist! Nah kalau Tunist, punya cerita apa semasa sekolah? Yuk share cerita kalian, sekaligus komentar tentang ceritanya boys!