Digital Vs Album Fisik

Hai Tunist! Kamu tau nggak kalau kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap industri musik? Bagi generasi 90an, pasti merasakan mendengarkan musik melalui kaset. Di era digital ini, mendengarkan musik bisa melalui beberapa aplikasi streaming musik seperti Apple Music, Spotify dan JOOX. Sehingga, penjualan album fisik jadi menurun.

Aplikasi streaming musik menawarkan harga yang terjangkau dan tidak membutuhkan penyimpanan yang besar karena file disimpan dalam cloud storage yang bisa diakses kapan saja. Pengguna cuma butuh koneksi internet. Ribuan bahkan jutaan lagu dapat kita pilih sesuai selera. Kita juga bisa membuat playlist sesuai dengan kata kunci, genre dan mood. Tak heran kalau pengguna aplikasi streaming semakin meningkat tiap tahun.

Aplikasi streaming mungkin berhasil menurunkan angka pembajakan karena telah mengubah perilaku konsumen yang tadinya hanya ingin layanan gratis menjadi tertarik untuk membayar. Namun, kehadirannya juga menuai kecaman dari para artis, seperti Taylor Swift. Ia pernah menarik seluruh lagunya dari layanan Spotify di tahun 2014 lalu karena merasa royaltinya yang tidak sebanding. Lain dengan Ed Sheeran yang berhasil mengantungi sekitar USD 4,2 juta setelah Thinking Out Loud dimainkan sebanyak 500 juta kali di Spotify.

Musik dalam bentuk digital hanya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman saja. Album fisik tak mungkin bisa ditinggalkan sepenuhnya, apalagi bagi seorang fans berat. Untuk mengembalikan minat masyarakat pada album fisik, beberapa artis merilis album dengan packaging menarik disertai dengan merchandise, booklet maupun foto-foto. Jadi, mempunyai album fisik merupakan sebuah keuntungan karena bisa dijadikan koleksi pribadi.

Sedikit flashback, The Overtunes pun pernah meliris album fisik yang sangat menarik, yaitu Extended Play yang berjudul Sayap Pelindungmu di akhir tahun 2013 lalu. Mini album itu hanya diproduksi sebanyak 777 pieces disertai dengan Certificate of Authenticity yang ditanda tangani langsung oleh The Overtunes. Sehingga menjadi lebih eksklusif bagi Tunist yang memilikinya. Tak hanya itu, di dalamnya juga ada bonus foto dan stiker.

 

Baik aplikasi streaming maupun album fisik, keduanya butuh pembenahan dan terus berinovasi supaya konsumen bisa menikmati musik dan musisi juga merasa dihargai. Nah, menurut Tunist sendiri, lebih asik dengerin musik dari aplikasi streaming atau beli album fisiknya? Kasih tau alasannya juga yaa.. Yuk, ramein kolom komentar di bawah ini!

 

Source :

shaaliladini.tumblr.com/post/71171634433/review-extended- play-the- overtunes-sayap
chip.co.id
teknosee.com