Stop Lagu Bajakan

Halo, ketemu lagi dengan kita yang siap menghibur kalian di puasa-puasa begini. Daripada manyun ga produktif, mendingan baca artikel kita aja supaya ilmu pengetahuan kamu nambah sembari ketawa lucu gitu… ihik ihik.

 

Geli ketawa nya ew!

 

Apa sih yang kalian tau tentang bajak?

Film Pirates Of The Carribean maksudnya?

Oh tentu tidak, bajak yang kita maksud disini adalah suatu perbuatan sebagai pelanggaran hak cipta dan perbuatan tersebut melanggar hak eksklusif dari pencipta. Tujuannya adalah untuk disebarluaskan atau untuk kepentingan komersial. Jadi kesimpulannya adalah arti bajak bukan selalu kegiatan si bajak laut kaya di film-film gitu guys. Bahkan film Pirates Of The Carribean aja ada bajakannya juga loh. Hanya informasi yang agak kurang penting dari kita…

 

Sebelum kita lanjut ke topik sebelumnya, kita mau tebak-tebakan dulu sama kalian. Simak foto dibawah ini.

 

Ada yang tau foto diatas siapa? Bukan foto penulis artikel ini, bukan juga foto personil The Overtunes yang baru, apalagi finalis Idola Cilik tahun 1990. Yap, foto diatas menjadi ikon terbesar di dunia perbajakan lagu di Indonesia. Pasti kalian yang pernah ngerasain dimana masa-masa dengerin lagu bajakan di HP Nokia kalian. Bukannya tampilin bagian cover album pas lagi nyetel lagu di media player kalian, eh malah foto babang ini yang muncul?! Kita juga kurang tau sih siapa sih siapa babang tersebut, tapi kita simpulkan kalo beliau adalah dalang dibalik lagu-lagu bajakan yang suka kita download bebas di internet. Buktinya aja banyak banget meme tentang babang tersebut. Coba aja cari di gugel.

 

Foto babang tersebut menjadi kerugian yang teramat besar buat kita yang suka dengerin lagu. Pertama, kalian akan merasakan ada yang aneh gitu dengan tampilan HP kalian. Pasti di benak kalian akan tercipta kata-kata seperti ini, “Tuhan, kenapa foto Mikha yang ganteng itu diganti sama foto ini, Tolong”. Atau yang kedua adalah karena sering memandang foto babang tersebut, disinyalir, tapi amit-amit, kalian jadi tiba-tiba naksir gitu karena keseringan memandang foto babang tersebut di media player kalian.

 

Walaupun terkesan lebay, tapi who knows? Semuanya bisa terjadi guys. Dibalik kerugian si pendengar lagu bajakan, lebih rugi lagi sebenernya si babang yang tadi. Liat aja fotonya terpampang jelas begitu aja di mana aja pun ada. Lalu, apa kerugian dari segi si babang ini? Saatnya kita bahas pakai dasar hukum di Indonesia!

 

Menurut pelanggaran hak cipta dalam pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Hak Cipta yang berisikan yang udah kita rangkum,

Barang siapa adalah siapapun, sehingga dapat ditujukan kepada siapa saja, dalam hal ini adalah pelaku download/downloader. Pelaku downloader yang telah dapat dimintai pertanggungjawaban dan tidak dapat dikenakan alasan pemaaf atau penghapus pidana memenuhi unsur “barang siapa.” Perbuatan di sini adalah perbuatan memperbanyak, oleh pengunduh. Perbanyakan adalah penambahan jumlah sesuatu ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.

 

Pelanggar hak cipta dapat dikenai pidana berdasarkan pasal 72 ayat (1) UU HC yaitu pidana penjara minimal satu bulan dan/atau denda minimal Rp1 juta, atau pidana penjara maksimal tujuh tahun dan/atau denda maksimal Rp5 miliar.

 

Nah, serem ga tuh? Ya serem dong. Ketemu polisi di jalan aja rasanya pengen puter balik, apalagi kalo di penjara karena masalah sepele begini aja. Lagian kita juga ga habis pikir sama si babang yang ngebajak lagu. Kenapa gitu harus pajang foto dia? Kan kalo ga pake foto muka, babang tenang dan kami pun senang.

 

Heh! Bukan ngajarin kalian menikmati lagu bajakan loh ya guys.

 

Lalu, apa dampak yang terjadi kepada sang pencipta? Ini dia yang paling sedih. Bikin lagu itu adalah hal yang paling rumit. Kalo kata saya sebagai penulis, lebih gampang ngarang pas ngejawab soal essay Bahasa Indonesia pas SMA daripada bikin lagu yang liriknya ga sebanyak jawaban soal ujian. Kalo kata Reuben sih setiap dia ngeliat lagu The Overtunes yang dibajak di internet agak sedih soalnya bikin satu lagu aja bikin nya berbulan-bulan. Walaupun ada rasa senang nya seperti banyak orang yang kenal dengan lagu mereka, tapi mereka juga butuh di hargai sebagai pencipta lagu. Ini berlaku bagi semua pencipta lagu di seluruh dunia.

 

Bikin lagu itu bisa ngabisin waktu sehari-hari kita. Itu pun belum tentu lagu bakal jadi dalam sehari. Bahkan ada yang perlu melancong ke antah berantah untuk mencari ide dari sebuah lagu. Di hari libur pun tetep harus mikir bakal ngerancang kata-kata apa yang pantes nanti di lagu tersebut. Belum lagi kalo pencipta lagu lagi latihan rekam sample lagu di rumah terus tiba-tiba tukang sariroti lewat dengan speaker yang super keras… ehh terpaksa ngulang ngerekam dari awal deh guys.

 

Ih, kan ngerekam nya di studio rekaman lah walaupun latihan juga! Mana kedengeran

 

Ngerekam di studio juga bisa kedengeran tau ih… bete

 

Gabisa, aku bilang gabisa ya gabisa. Aku lebih bete!

 

Ih, emang bisa WOY! Liat aja nih foto dibawah ini! *nyolot

 

 

Jadi, gimana nih kalian masih mau pake lagu bajakan nggak? Kita sih serahkan kepada pembaca aja. Pasti sudah bisa memilih mana yang benar atau yang salah. Selain menghargai pencipta, kalian juga bisa antisipasi suatu saat kalo penegakan hukum terhadap pembajakan lagu bisa lebih serius lagi. Tapi tenang kok, Mikha, Mada dan Reuben ga bakal ngecek satu per satu HP kalian untuk liat lagu-lagu The Overtunes kalian bajakan atau nggak. Kita berharap sih pendengar musik di Indonesia bisa menghargai apapun itu untuk sang pencipta. Entah itu beli lagu digital lewat penyedia seperti iTunes atau dengerin lagu lewat streaming legal seperti Spotify ataupun beli lagu fisik di toko-toko terdekat. Dateng ke konser sambil menikmati dengan nyanyi bareng sebenernya udah menghargai banget sih. Yuk kita mulai dari sekarang, teman-teman. Stop lagu bajakan dari sekarang!

Sumber