Tunist Untuk Selamanya

Hai Tunist! Nggak terasa ya, waktu berlalu sangat cepat. Pada 4 Juni kemarin, album pertama The Overtunes yaitu Selamanya tepat berusia dua tahun. Oleh karena itu, Tunist meramaikan Instagram serta Twitter dengan hashtag #2TahunSelamanya dan foto-foto selama masa promo album tersebut. Kalian ada di salah satu foto ini nggak? 😀

 

Rencananya, bulan Juni ini akan didedikasi untuk album Selamanya. Kemungkinan akan ada video tutorial, cover dan lain-lain. Semoga semua bisa direalisasikan yaa..

Album pertama ini pasti sangat berkesan bagi boys maupun Tunist. Kita simak cerita dari beberapa Tunist, yuk!

 

Masih inget kapan kalian beli album Selamanya?

Rahmi: Aku inget, nggak lama setelah tanggal liris. Jadi awalnya itu, aku suka banget sama lagu Sayap Pelindungmu. Trus, aku tau The Overtunes rilis album Selamanya tanggal 4 Juni 2015 tapi aku nggak beli di tanggal itu. Kayaknya beberapa hari atau seminggu setelah rilis deh.. Dulu, aku baru pengagum aja. Menikmati musik mereka tapi belum ikut nonton gigs.

Annisa: Nggak, aku beli 2016-an. Tapi lupa sih. Aku suka Mikha dari audisi trus tau kalo dia punya band gitu. Suka sih, album itu kan hadiah dari boys jadi sayang banget kalo nggak punya.

Maya: Nggak inget. Seminggu setelah liris baru dapet albumnya deh, kalo nggak salah. Beli di KFC Kalimantan. Dulu nggak keburu ikut PO itu.

 

Gimana kesan pertama waktu liat packaging albumnya?

Rahmi: Aku suka packagingnya! Mungkin karena aku suka yang simple, jadi aku suka itu. Boys kan juga tipe band/grup yang “kalem” pembawaannya, jadi aku ngerasa pas aja dengan packagingnya, termasuk pemilihan warna sama gambar covernya. Haha.

Annisa: Suka sih, cuma pengennya lebih unik buat cover CD-nya. Tapi yang penting tetep isinya sih, lagu-lagunya.

Maya: Packagingnya oke sih menurutku. Cuma, mungkin mukanya mereka kebanyakan. Gayanya sama semua soalnya. Hahaha.

 

Lagu mana yang jadi favorit kalian?

Rahmi: Mungkin karena single yang ngebuat mereka dikenal masyarakat itu Sayap Pelindungmu dan pertama kali aku juga dengar lagunya itu, jadi favorit aku deh. Tapi setelah albumnya keluar, jadi bingung.. Favorit semua! Pertanyaan sulit, hmmm, tergantung.. Dari segi keunikan tema lagu, lirik dan musiknya, favoritku Alien. Apalagi disitu Reuben nyanyi.. Haha. Tapi kalo buat dibawain live, aku paling suka Ku Ingin Kau Tahu. Karena vibenya selalu heartwarming aja dengerin mereka bawain lagu itu langsung.

Annisa: Lagu-lagunya aku suka banget banget. Lagu Yours Forever itu menurutku yang paling beda. Yang mellow pun jago bikin mellow beneran! Hahaha. Cinta, If Its For You sama Yours Forever versi akustiknya juga! Kemarin request Cinta sama Mikha supaya ada di Youtube, soalnya udah lama nggak dibawain di gig.

Maya: Aduh, susah nih kalo lagu favorit.. Aku pilih 3 aja ya, Yours Forever, If Its For You sama Ku Ingin Kau Tahu. Itu sih yang paling sering didenger.

 

Berarti, semua lagu di album itu bagus-bagus ya? Easy listening, nggak sih? Cocok sama karakter mereka nggak?

Rahmi: Iya!!! Asli, aku suka sama Mikha dari di X Factor karena menurutku, dia yang paling punya karakter. Mau nyanyi lagu apapun, dia tetep bisa bawa karakter dia ke dalam lagu itu. Jadi nggak “ngoyo” kalo kata orang Jawa. Haha. Dan aku suka album Selamanya karena lagu-lagu mereka punya identitas, lirik-lirik yang mereka ciptain punya makna, ditambah balutan musik yang pas sama suara Mikha yang udah angelic dari sananya. Aku rasa lagu-lagu mereka bisa diterima di telinga penikmat musik di seluruh Indonesia. Karakter mereka hidup di lagu-lagu yang ada di album Selamanya.

Annisa: Udah cocok sih tapi kayaknya sesekali boleh nonjolin karakter musik Mada ala-ala Muse gitu. Hahaha.

Maya: Karena mereka yang nyanyiin sih sesuai banget. Lagu mereka tuh punya ciri khas mereka banget gitu loh. Orang lain bisa nyanyiin lagu mereka tapi biasa aja.

 

Ada yang paling susah diinget liriknya nggak?

Rahmi: Ada, Dunia Bersamamu. Soalnya liriknya mirip-mirip dan nadanya sama dari bait sebelum reff dan sesudah reff.. Jadi kadang suka ketuker. Hahaha.

Annisa: Untungnya nggak. Cuma kadang Alien sih yang temponya agak cepet, kayak belibet gitu.

Maya: Alien! Sampe sekarang liriknya susah, suka kebalik-balik.

 

Ada saran untuk album kedua yang bisa dipetik dari album Selamanya?

Rahmi: Sebenernya untuk album Selamanya, berhubung itu album pertama mereka, jadi aku sih liatnya album itu udah sangat baik. Tapi, seiring berjalannya waktu, ngeliat mereka perform live juga, aku jadi punya harapan buat album kedua. Semoga mereka bisa ada sesuatu yang “beda” di album ini. Misal, mereka pakai alat musik yang belum pernah mereka pakai, kayak biola atau saxophone, maybe? Atau ukulele? Haha. Atau, ada lagu dimana masing-masing personil take solo part, jadi nggak cuma Mikha yang nyanyi. Terus, aku berharap di album kedua ini, ada lagu yang didedikasikan/terinspirasi dari/untuk Tunist. Oh ya, satu lagi! Semoga mereka nggak kehilangan karakternya tapi tetep bisa “masuk” ke perkembangan industri musik masa kini.

Annisa: Harapan buat album kedua aja ya? Semoga lebih banyak dikenal lagu-lagunya dan identitas The Overtunes yang mereka inginkan bisa tercapai. Amin.

Maya: Mungkin masukan buat album Selamanya, coba alat musik lain misalnya Banjo, gitu. Hahaha. Biar nggak kedengeran monoton aja sih tapi tanpa mengurangi karakter mereka. Harapan buat album kedua sih pasti lebih baik dari album Selamanya, dari segi musiknya. Semoga buat kita semakin speechless. Atau dari packagingnya juga. Kita berharap semua yang terbaik sih yang dihasilkan mereka. Kita dukung!

 

Nah, itu adalah wawancara singkat kita dengan tiga Tunist cantik nan baik. Eits, jangan jealous gitu.. Semua Tunist dimana pun berada juga cantik dan baik kok! Kecuali yang cowok ya..

 

Sekarang, giliran kalian yang cerita tentang album Selamanya yaa! Yuk, share di kolom komentar!

 

Sumber Foto: @overtunist